Ancaman kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan gambut merupakan agenda bencana tahunan yang terus membayangi wilayah Sumatra bagian selatan saat memasuki musim kemarau panjang. Kepulan asap tebal yang membawa partikel debu halus berbahaya berpotensi menurunkan kualitas udara perkotaan hingga level berbahaya bagi kesehatan organ pernapasan manusia. Sebagai garda depan pendukung dalam Potensi Bencana, kesiapan logistik dan personil lembaga kemanusiaan mutlak diperlukan untuk meminimalkan dampak fatalitas polusi tersebut. Di samping fokus pada penanggulangan dampak polusi udara, organisasi kemanusiaan ini juga tetap menjalankan program pembinaan remaja secara konsisten, seperti menyelenggarakan sosialisasi edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan lembaga pendidikan guna membentuk karakter generasi muda yang sehat dan bertanggung jawab.
Kesiapan Stok Logistik Masker Respirator dan Rumah Singgah Oksigen
Guna mengantisipasi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di kalangan kelompok rentan seperti balita dan lansia, korps sukarela telah menyiagakan ribuan paket masker pelindung standar tinggi. Distribusi bantuan ini akan difokuskan pada titik-titik keramaian publik dan pemukiman padat yang berada dekat dengan pusat sebaran titik api.
Selain pembagian alat pelindung diri, pihak organisasi juga telah menyiapkan ruang khusus di markas cabang yang dikonversi menjadi tempat evakuasi medis sementara berfasilitas pendingin udara dan tabung konsentrator oksigen. Fasilitas ini berfungsi sebagai tempat pertolongan pertama bagi warga yang mengalami sesak napas akut akibat paparan asap pekat sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Pelatihan Personel Khusus dan Koordinasi Lintas Sektoral di Lapangan
Ketangguhan operasional lembaga ini ditopang oleh kesiapsiagaan ratusan relawan yang telah dibekali keahlian mitigasi dampak bencana polusi udara skala luas. Para petugas dilatih untuk melakukan pemantauan indeks standar pencemaran udara (ISPU) secara berkala dan melakukan tindakan evakuasi cepat pada area pemukiman yang terkepung asap.
Sinergi intensif bersama badan penanggulangan bencana daerah dan dinas pemadam kebakaran terus diperkuat guna mempermudah pembagian tugas penyelematan di lapangan. Melalui pengondisian sarana operasional yang matang ini, jajaran pengurus optimis bahwa kapasitas penanganan PMI Palembang dinilai sangat siap menghadapi Potensi Bencana buruk dari sebaran bencana kabut asap yang dipicu akibat Karhutla tahunan.
