Serangan penyempitan saluran pernapasan secara tiba-tiba menjadi situasi darurat yang memicu rasa panik hebat pada penderita maupun orang sekitarnya. Ketika serangan terjadi dan perangkat obat tidak tersedia, sama halnya saat menangani mata kelilipan debu secara aman, penanganan serangan asma mendadak membutuhkan tindakan posisi tubuh ergonomis untuk melonggarkan jalan napas secara maksimal. Sikap tenang penolong membantu penderita mengontrol ritme napas yang tersengal.
Langkah darurat pertama saat mengalami asma mendadak tanpa inhaler adalah segera menghentikan seluruh aktivitas fisik dan mengambil posisi duduk tegak. Posisikan tubuh penderita duduk sedikit membungkuk ke depan dengan bertumpu pada kedua tangan di atas lutut atau meja (tripod position). Posisi duduk ini mengoptimalkan kerja otot bantu pernapasan sehingga rongga dada dapat mengembang lebih luas.
Jangan pernah membiarkan penderita serangan asma mendadak dalam posisi berbaring telentang karena gravitasi dapat menekan saluran napas yang sedang menyempit. Longgarkan segera pakaian yang mengikat ketat area leher dan dada seperti kancing baju atas, dasi, atau kutang. Pastikan penderita mendapatkan akses sirkulasi udara segar yang cukup tanpa berdesakan dengan kerumunan orang.
Bantu penderita mengontrol irama napas dengan teknik pernapasan bibir terkatup (pursed-lip breathing) secara perlahan dan teratur. Minta penderita menghirup udara melalui hidung selama dua detik lalu menghembuskannya pelan-pelan melalui bibir yang dimonyongkan selama empat detik. Teknik hembusan lambat ini menjaga tekanan positif dalam saluran napas sehingga mencegah kolaps paru-paru.
Berikan minuman air hangat secara perlahan untuk membantu mengencerkan penumpukan lendir dahak di dalam tenggorokan penderita. Jauhkan penderita asma mendadak dari pemicu serangan seperti asap rokok, debu, bulu hewan, atau paparan udara dingin ekstrem. Suasana sekitar yang tenang sangat membantu menurunkan kecemasan yang dapat memperburuk rasa sesak napas.
Segera hubungi tim medis darurat jika serangan sesak tidak membaik dalam kurun waktu sepuluh menit atau penderita kesulitan berbicara kalimat utuh. Penanganan medis di fasilitas kesehatan darurat diperlukan untuk memberikan terapi oksigen serta nebulizer bronkodilator dosis tepat. Pertolongan posisi tubuh yang benar menyelamatkan penderita dari bahaya gagal napas mematikan.
