Dalam situasi tanggap darurat bencana, sumber daya dan waktu sangat terbatas. Efektivitas respons kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) ditentukan oleh seberapa cepat dan akurat organisasi tersebut dapat memprioritaskan penyaluran bantuan. Oleh karena itu, Daftar Prioritas PMI: Menentukan Kebutuhan Mendesak Air dan Makanan menjadi panduan kritis di lapangan. Daftar Prioritas PMI selalu menempatkan air bersih dan pangan sebagai kebutuhan primer yang harus dipenuhi dalam 72 jam pertama pasca bencana, karena kegagalan dalam Menentukan Kebutuhan Mendesak Air dan Makanan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelaparan, dan wabah penyakit berbasis air, yang berpotensi menyebabkan korban jiwa sekunder.
Menurut standar operasional PMI yang mengacu pada Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, kebutuhan yang paling mendesak adalah air bersih. Manusia dapat bertahan tanpa makanan selama beberapa minggu, tetapi tanpa air, kelangsungan hidup terancam dalam hitungan hari. PMI menetapkan standar minimum penyediaan air bersih sebesar 3 liter per orang per hari untuk minum dan memasak dalam fase awal tanggap darurat. Untuk memenuhi kebutuhan ini, PMI mengerahkan unit mobil tangki air, filter air portabel, atau unit pengolahan air bergerak ke lokasi bencana. Dalam respons terhadap banjir bandang di Jawa Barat pada 10 Mei 2026, PMI berhasil memasok air bersih ke 5.000 jiwa dalam 48 jam pertama melalui pemasangan unit water treatment bergerak.
Setelah air, Menentukan Kebutuhan Mendesak Air dan Makanan beralih ke pangan. Di hari-hari awal, PMI memprioritaskan makanan siap saji atau makanan yang mudah diolah dan tidak memerlukan banyak air, seperti biskuit, mie instan, atau makanan kaleng yang bergizi tinggi. Tujuannya adalah untuk segera memberikan asupan energi kepada korban dan mencegah kerentanan fisik. Distribusi makanan siap saji ini harus dilakukan secara merata, dengan fokus pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
PMI memastikan bahwa Daftar Prioritas PMI ini dikomunikasikan secara efektif kepada relawan di lapangan dan aparat keamanan. Kepala Kepolisian Resor setempat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wibowo, dalam briefing logistik tanggal 12 Mei 2026, menekankan bahwa pengawalan distribusi water tank dan truk makanan harus menjadi prioritas utama untuk mencegah penjarahan atau ketidakdisiplinan massal. Dengan fokus yang jelas dan terstruktur dalam Menentukan Kebutuhan Mendesak Air dan Makanan, PMI dapat meminimalkan penderitaan dan mempercepat transisi korban dari fase krisis akut ke fase pemulihan.
