Setelah bencana alam, fase tanggap darurat memang sangat krusial, tetapi proses pemulihan jangka panjang, terutama dalam pembangunan kembali hunian, tidak kalah penting. Palang Merah Indonesia (PMI) memahami betul hal ini. Melalui program rehabilitasi pascabencana, bantuan PMI tidak hanya berhenti pada penyaluran logistik dan pelayanan medis darurat, tetapi juga merambah ke pembangunan kembali rumah-rumah yang hancur. Bantuan PMI ini adalah jembatan harapan bagi para korban untuk bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman. Program ini bukan sekadar memberikan material bangunan, melainkan sebuah komitmen untuk mengembalikan martabat dan stabilitas hidup masyarakat yang terdampak.
Pada hari Senin, 11 November 2024, PMI Cabang Majene, Sulawesi Barat, memulai proyek pembangunan kembali 50 unit rumah tahan gempa di Desa Tamo, Kecamatan Tapalang. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari gempa bumi yang melanda wilayah tersebut setahun sebelumnya. Menurut Kepala PMI Kabupaten Majene, Bapak H. Syamsu Alam, S.E., pembangunan rumah ini menggunakan desain yang ramah gempa dan bahan-bahan yang sesuai dengan kearifan lokal. “Kami bekerja sama dengan arsitek dan insinyur dari Universitas Hasanuddin untuk memastikan rumah yang dibangun aman dan nyaman,” ujar Syamsu. Pembangunan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari warga setempat, sehingga menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebersamaan. Proyek ini menjadi salah satu program unggulan bantuan PMI di wilayah tersebut.
Selain pembangunan rumah, bantuan PMI juga mencakup penyediaan sarana air bersih dan sanitasi. Tim relawan PMI membangun fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) komunal dan sumur bor di beberapa titik pengungsian dan area permukiman yang baru dibangun. Hal ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit pascabencana. Tim kesehatan PMI secara berkala melakukan inspeksi sanitasi dan memberikan penyuluhan tentang pentingnya kebersihan diri dan lingkungan. Mereka juga mendistribusikan paket kebersihan pribadi, termasuk sabun, sikat gigi, dan handuk, kepada setiap keluarga.
Untuk memastikan keberlanjutan program, PMI juga memberikan pelatihan keterampilan kepada warga. Misalnya, para pemuda di desa diajarkan teknik-teknik dasar pertukangan dan konstruksi, sehingga mereka dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan rumah mereka sendiri dan memiliki bekal keterampilan untuk masa depan. Pemberdayaan ini menjadi salah satu esensi dari bantuan PMI. Pada hari Selasa, 25 November 2024, di Balai Desa Tamo, perwakilan dari Kepolisian setempat, Aiptu M. Jufri, memberikan sosialisasi tentang pentingnya keamanan lingkungan di permukiman baru. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, PMI menunjukkan bahwa proses pemulihan pascabencana adalah sebuah upaya kolektif yang terintegrasi, dimulai dari penanganan darurat hingga pembangunan kembali kehidupan yang lebih baik.
