Akses layanan medis cepat menjadi kebutuhan paling krusial di lokasi titik pendaratan evakuasi korban musibah kecelakaan kapal penyeberangan. Pendirian posko kesehatan oleh Palang Merah Indonesia dilakukan tepat di titik utama dermaga pelabuhan evakuasi. Pos medis darurat ini beroperasi penuh selama dua puluh empat jam untuk menyambut kedatangan para penyintas terbaliknya KMP Virgo Transport 8.
Fasilitas posko dilengkapi dengan ranjang pemeriksaan darurat, tabung oksigen, perlengkapan bedah minor, serta ketersediaan obat-obatan gawat darurat yang lengkap. Keputusan strategis terkait pendirian posko kesehatan PMI dermaga utama KMP Virgo bertujuan agar tindakan medis pertama dapat langsung diberikan tanpa menunda waktu. Tim dokter dan dokter spesialis disiagakan secara bergiliran untuk menangani setiap pasien.
Setiap penyintas yang baru turun dari kapal penyelamat langsung diarahkan masuk ke posko untuk menjalani pemeriksaan tanda vital secara menyeluruh. Tindakan pembersihan luka luar, pemberian cairan infus, serta terapi oksigen diberikan bagi korban yang membutuhkan perawatan cepat. Bagi pasien dalam kondisi kritis, tim posko langsung melakukan stabilisasi sebelum merujuk ke rumah sakit.
Posko kesehatan ini juga berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi para relawan dan petugas SAR yang mengalami kelelahan fisik. Pemeriksaan tekanan darah dan pemberian vitamin diberikan agar stamina para petugas penyelamat tetap terjaga selama operasi berlangsung. Kesehatan para pekerja kemanusiaan menjadi perhatian krusial demi kelancaran seluruh proses evakuasi.
Sinergi yang harmonis terjalin antara posko kesehatan PMI dengan instalasi medis milik TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan setempat. Pertukaran data pasien dan koordinasi rujukan berjalan dengan sangat cepat berkat adanya jalur komunikasi terpadu. Pendekatan ini terbukti ampuh dalam mencegah penumpukan pasien di satu titik fasilitas layanan medis.
Kehadiran posko kesehatan darurat di dermaga memberikan kepastian layanan medis yang handal bagi seluruh korban kecelakaan kapal. Masyarakat dapat melihat secara langsung dedikasi tanpa henti dari para tenaga kesehatan kemanusiaan di titik terdepan. Layanan kesehatan darurat ini akan terus disiagakan hingga seluruh proses evakuasi dinyatakan berakhir.
