Melihat Orang Kejang Epilepsi? Langkah Aman Lindungi Kepala Korban
Menyaksikan seseorang mengalami serangan kekakuan otot dan hilangnya kesadaran secara mendadak sering kali menimbulkan kepanikan bagi warga di sekitar lokasi. Sebagaimana kewaspadaan pada penanganan tersedak air saat minum, menghadapi penderita kejang epilepsi juga menuntut tindakan yang tepat dan tenang. Tujuan utama pertolongan pertama pada kasus ini adalah melindungi penderita dari bahaya cedera fisik sekunder.
Langkah awal yang paling krusial adalah mengamankan area sekitar penderita dari benda-benda keras, tajam, atau pecah belah yang berbahaya. Letakkan bantal tipis, lipatan jaket, atau kain lembut di bawah belakang kepala penderita kejang epilepsi guna menahan benturan. Hindari menahan, memegang kencang, atau melawan gerakan kejang tubuh penderita secara paksa karena dapat memicu patah tulang.
Larangan keras yang harus dipatuhi adalah tidak memasukkan benda apa pun seperti sendok, kayu, atau jari tangan ke dalam mulut korban. Memasukkan benda asing ke dalam mulut penderita yang sedang mengalami kejang epilepsi berisiko mematahkan gigi atau menyumbat saluran pernapasan. Biarkan fase kejang berlangsung hingga berhenti secara alami sambil tetap memantau durasi lamanya serangan tersebut.
Setelah gerakan kekakuan berhenti, miringkan posisi tubuh penderita ke salah satu sisi untuk menjaga kebersihan jalan napas korban. Posisi miring memungkinkan cairan liur atau muntahan mengalir keluar dari mulut tanpa berisiko menyumbat paru-paru penderita yang belum sadar. Tetaplah berada di samping korban hingga kesadarannya pulih total dan dapat berkomunikasi kembali dengan normal.
Jika serangan kejang berulang terus-menerus atau berlangsung melebihi durasi waktu lima menit, segera panggil layanan medis darurat. Penanganan dokter medis sangat diperlukan untuk menghentikan fase kejang berkelanjutan yang berpotensi merusak jaringan otak penderita. Bantuan yang tepat dan tenang menyelamatkan korban dari cedera berat.
